SGI-NEWS |(Depok) – Situ merupakan resapan air yang mana sumber daya alam dekat dengan kehidupan manusia, harus kita pelihara dan menjaga Ekosistem alamnya agar tidak rusak.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat turun tangan langsung ke Situ Jatijajar, Depok, Selasa (4/11/2025), menyusul dugaan penyusutan drastis lahan aset negara.
Situ Jatijajar, yang semula diperkirakan memiliki luas kurang lebih 9 hektar, kini terancam tinggal 6 hektar akibat hilangnya patok batas yang diduga sengaja dihilangkan oleh pemilik lahan. Peninjauan ini dilakukan dalam rangka persiapan sertifikasi aset negara untuk diajukan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok.
Tim SDA Jawa Barat bersama perwakilan Kelurahan Jatijajar dan Camat Tapos melakukan pengukuran ulang untuk menandai batas-batas Situ Jatijajar. Plt Camat Tapos, Jarkasih, mengungkapkan kekhawatiran atas kondisi riil di lapangan.
“Kami hanya mendampingi pihak kelurahan Jatijajar dan ada tim dari Dinas SDA Jawa Barat berkaitan dengan aset-aset situ yang ada di Kota Depok,” kata Jarkasih saat diwawancarai. Ia menyebutkan, fokus utama hari ini adalah peninjauan langsung kondisi riil situ dan menandai batas-batasnya.
Yang lebih mencengangkan, Jarkasih memperkirakan Situ Jatijajar telah menyusut. “Diperkirakan dari 9 hektar tinggal 6 hektar, yang sisanya 3 hektar harus diselamatkan,” tegasnya. Penyusutan ini ditengarai karena banyak patok beton yang terpasang pada hilang, membuat pinggiran situ menyempit oleh “batas yang dibuat oleh pihak pemilik lahan.”
Sementara, ketua RW 01, Maulidin, berharap setelah proses sertifikasi selesai, pemerintah bisa segera memasang pagar pembatas. “Yang kami harapkan adalah dari masyarakat langsung bisa action untuk mengeksekusi, apabila sudah menjadi sertifikat bisa dipagar, jadi perbatasan satu dengan rumah warga,” ujarnya.
Peninjauan ini juga menyasar Situ Bahar yang turut dipersiapkan untuk proses sertifikasi. Sayangnya, terkait situ-situ lain di Depok yang telah hilang, perwakilan Dinas SDA Jawa Barat menolak berkomentar. “Saya tidak bisa komentar, itu urusan atasan saya,” alasan salah satu perwakilan dari dinas SDA Jawa Barat tersebut.
Pengukuran batas situ jatijajar meski tak di ikuti oleh pihak BPN kota Depok, namun pihak Dinas SDA Jawa Barat terdiri dari
Taufik Rahman bagian Aset SDA. Dadang Abdurahman
KSUP Ciliwung bagian pelayanan dan Nurdin juru SUP tetap berjalan.
Penengokan riil di lokasi situ jajtijajar turut dihadiri Plt, Camat Tapos Jarkasih, Lurah Jatijajar, R, Herdandy, S, LPM Jatijajar Usman, RW 01 Maulidin, Rt 02/02 Rusdi, Kapospol.Jatijajar Pujo, (Ham)













