Ragam  

Anggota IPJI Dianiaya di Citra Indah, Ketua DPC Depok Murka: “Proses Pelaku Sesuai Hukum atau Efek Jera!”

BOGOR, SGI-NEWS|– Dunia pers kembali tercoreng oleh aksi kekerasan. Yani, seorang anggota aktif Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), diduga menjadi korban penganiayaan

di kawasan perumahan elit Citra Indah, Jonggol, Kabupaten Bogor. Insiden ini memicu reaksi keras dari jajaran organisasi wartawan tersebut.

Ketua IPJI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Depok, yang membawahi Yani, angkat bicara dengan nada tegas. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum, dalam hal ini Polsek Jonggol dan Polres Bogor, untuk segera bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus main hakim sendiri ini.

“Kami mengutuk keras aksi premanisme yang menimpa anggota kami, Saudara Yani,” ujar Ketua IPJI DPC Kota Depok,

Anis Ketua DPC IPJI Depok Angkat Bicara, jika ada, dalam pernyataan resminya, tanggal 14 Jumat 2025.

Menurutnya, tindakan para pelaku tidak hanya merugikan korban secara fisik dan psikis, tetapi juga merusak tatanan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan Citra Indah dan wilayah Jonggol secara umum.

“Pelaku ( Melki ) harus segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Beri efek jera yang setimpal, agar perbuatan biadab ini tidak terulang lagi, baik kepada warga Citra Indah maupun masyarakat Jonggol lainnya,” tegasnya, menuntut keadilan.

Pihak IPJI DPC Kota Depok menyatakan akan mengawal ketat proses hukum kasus ini hingga tuntas. Mereka juga mengimbau kepada seluruh jurnalis dan masyarakat untuk bersama-sama melawan segala bentuk premanisme dan kekerasan yang mengancam keselamatan warga dan kebebasan pers.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus dugaan penganiayaan tersebut.

IPJI berharap, insiden ini menjadi alarm bagi aparat untuk lebih serius memberantas bibit-bibit premanisme di wilayah hukum Bogor. Pungkas Anis Ketua IPJI DPC Depok.

Senada dengan Ketua IPJI DPC Depok, Ketua Umum Aliansi wartawan Pemantau Polisi dan Jaksa (AWP2J), H Gamal Hehaitu, MA menegaskan agar pelaku ditindak tegas.

“Polisi tidak perlu ragu-ragu dengan hal-hal yang bersifat premanisme. Info yang saya Terima dari warga perumahan, bahwa pelaku kerap bikin onar setelah mabuk minuman keras, sehingga meresahkan warga, ” tegas H. Gamal, seraya menyatakan, pihaknya akan terus berjuang agar pelaku dihukum berat.

“Terlebih Yani Manuhutu, Ketua AWP2J BPC Bogor Timur. Jika petugasnya tidak bisa menyelesaikan hingga pelaku masuk jeruji besi, saya minta petugasnya dipindahkan, ” tukasnya. (Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *